Rabu, 22 November 2017

SAJAK UNTUK PAPA   l

Ahkir cerita, papa dijemput paksa, 
Meninggalkan istri tercinta,
Dari sebuah kediaman indah
Yang bergemilang harta.

Papa tak lagi bisa bersandiwara
Tak lagi berpaling dibalik pengacara berbayar
Tak berlindung dibalik imunitas
Papa berpasrah sampai tengah malam
Entah jam berapa papa akan dibawa?
Mata semua warga merayap
Hendak merebah diatas ranjang
Papa selamat malam, selamat berjaga
Papa minta saham, papa minta ditahan,
Papa dijemput paksa.

SAJAK UNTUK PAPA ll
Begitulah ahkirnya papa menghilang dalam diam
Menghindar dari jalan wijaya
ditengah rintihan anak negeri
Yang risih dengan tingkah ini.
Tiba tiba papa INGIN bercerita
Ketika papa mendengar berita
Berita yang membuat asa terputus
Dari segala urusan yang menuntut
Utk diluruskan oleh hukum yang kau tuntun
Di jalan panjang papa mengarang
Menabrak diri pada tiang listrik
Demi menghindar diri dari kejaran trantib
Papa sadis
Terlalu sadis meraih simpati
Dengan cara yang tidak lazim.
Ah papa sudahilah langkah ini
Jangan lagi bilang "saya pingsan "
Supaya dirawat
Tapi cukup bilang saya ingin meninggal
Agar dikenang sebagai pahlawan pengkhianat.


Kamis, 02 November 2017

ALEXA DAN ALEXIS
Demikianlah mereka bersukacita
Menyambut keputusan itu
"Ini adalah janji 
Dari sekian Janji politik mereka"
Suara lirih penuh sinis memekakkan telinga ini.
Mereka bilang Ia adalah penyelemat
Menyelamatkan kota dari ketidaksucian.
Sebab mereka adalah pemegang kesucian
Sementara diujung senja sepasang kekasih
Menumpahkan air mata sedih
Alexa dan Alexis,
Keduanya berlari mengejar mentari senja
Meninggalkan narasi hidup yang penuh kemunafikan.
Alexa dan Alexis, adalah sepenggal cerita
Yang meninggalkan banyak jejak

Selasa, 31 Oktober 2017

SEBAIT PETUAH

Kisah ini mungkin tidak akan usai, dan akan terus berlanjut
Sebelum kamu berhenti memproduksi kebencian.
Mulailah menasihati diri, berikhtiar utk memberikan hatimu untuk semua,
bukan hanya mereka yang mengklaim pemilik kesucian dan kebenaran.
Sebab hanya dengan cara itu
Tenun kebersamaan itu dirawat,
Dalam keberagaman
(Transjakarta koridor 6, 251017)
IBU MARIA
Dalam kemuliaan, jiwamu bergema, oleh karena kuasa Nya yang Mahahebat.
Engkau adalah perempuan yang terpuji diantara sekian perempuan yang memuji.
Engkau adalah perempuan terberkati diantara perempuan yang ingin diberkati.
Terberkati? ,
Ya begitulah kami menyebut namamu, sebab hatimu terlampau dahsyat utk sebuah kebaikan dan kebajikan.
Terlampau dahsyat utk menyimpan segala perkara yang perih, yang menyayat hati.
Tak mudah menjadi ibu seperti Engkau.
Sebab hatimu terlalu sempurna untuk sebuah keteladanan,
Segala macam kebajikan terpatri dalam kotak kerahimanmu.
Setiap waktu, ingin sekali kurebahkan raga ini
Dalam ribaan kasihmu,
Merasakan hangatnya belaian tangan cintamu.
Ibu bolehkah aku??
(Transjakarta,koridor 8, 31-10-17)

Jumat, 15 September 2017

SAJAK UNTUK KORUPTOR



Ditengah  harapan bangsa menjemput segudang impian
Engkau menjegal dengan rakus tanpa ampun
Kamu bermain kekuasaan dengan aneka rupa
Untuk meraup keuntungan diri yang semakin tak tau diri

Kamu adalah pembunuh masa depan bangsa
Dengan Jabatan engkau berubah jadi pemangsa kekuasaan
Integritas dan moralitas kau gadaikan dan kau pertaruhkan
Dengan hasrat untuk bermegah diri

Kamu berwajah tampan tapi berhati bengis
Mulutmu manis, berkelit membuat sakit
Lisanmu terdengar sendu tapi hasratmu memuncak

Kamu adalah sekumpulan jiwa jiwa tamak dan rakus
Jiwa yang bangga dengan  fanahnya dunia
Jiwa jiwa kotor yang bangga dipanggil koruptor
Jiwa jiwa korup yang membuat si lemah menderita.

Engkau bertahta diatas singgasana yang nyaman
Mengecap kemakmuran dari rakyat yang kamu catut hak dan otoritasnya.
Kamu tertidur pulas diatas tumpukan uang
Bermimpi indah, berlayar mewah, diluasnya samudera
Bermandikan permata dari keringat rakyat Jelata.

Kamu adalah koruptor
Masihkah kamu disebut sahabat manusia?

RAFAEL RELA

Kamis, 14 September 2017

                   GLIA : MENUJU LIMA (5) BULAN

2 oktober 2017, Putri pertama kami  Fransiska Bergoglia akan memasuki usia lima bulan. Dalam rentang waktu ini, banyak kejutan dan  moment yang menggemaskan yang terjadi. Rasa kebahagiaan terus mewarnai hidup kami tatkala  menyaksikan setiap moment perubahan dalam dirinya.
seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat, kami selalu berupaya untuk menjaga kesehatannya. sebisa mungkin saya harus memperhatikan dan menyediakan  makanan yang sehat untuk  istri saya, karna apapun yang dimakan sama istri saya, itupula yang dihisap sama Glia.

Kami bersyukur dalam usia lima bulan ini Glia sangat menikmati asupan ASI dari mamanya. Bahkan bisa dibilang ketergantungan dengan ASI sangat tinggi. Memang kadang kadang rasa ketergantungan ini membuat kewalahan buat sang ibu, terutama ditengah rutinitasnya yang ahkir ahkir ini semakin sibuk. Pulang pergi kampus setiap hari untuk mendapatkan bimbingan dosen dalam tugas ahkir thesisnya sedikit menguras energi dan waktu.  Ada kecemasan kalau kalau kesibukan itu menyita waktu begitu lama, sementara Glia  setiap dua jam harus diberi asi (it was really nervous).

Namun kecemasan saya sirna melihat kerja keras istri dalam mengatur dan memanage waktu sebagai Mahasiswa pascasarjana dan sebagai seorang ibu. Glia tetap mendapatkan Asupan ASI secara teratur.Sebagai suami saya  tentu  memberikan support dan semangat  untuk istri saya, memberikan  suasana hati, pikiran  yang nyaman kepadanya sehingga sedikit mengurangi rasa keletihan dan kepenatan yang menderanya. Pada titik ini, I am feel that l just wanna be a good husband and father ( ciee ciee).

ASI Versus SUFFOR
Seorang sahabat mengeluh karna sampai saat ini istrinya belum berhasil memenuhi kebutuhan ASI untuk bayinya. Istrinya menginginkan sekali agar bayinya mendapatkan asi ekslusif darinya. Berbagai upaya sudah mereka  tempuh baik melalui mengubah pola makan yang sehat maupun cara medis.tapi apa daya belum juga mendapatkan hasil yang menggembirakan.  Sebagai orangtua, mereka pasti ada sedikit rasa kecewa, karna bagaimanapun Asi masih menjadi yang terbaik untuk pertumbuhan bayi. Para ahli kesehatan mendukung dan menyarankan para ibu, agar memberikan ASI eksklusif kepada bayi, karna asi memberikan nutrisi yang lengkap dan kekebalan pada bayi serta keuntungan psikologis untuk kesehatan pada bayi

Bahwa memang tidak ada yang salah dengan Sufor, apalagi banyak menawarkan khasiat untuk si bayi. Tapi tetap saja ada kecemasan dan keraguan terhadap kesehatan si bayi.
Sementara ASI  pasti banyak keunggulan dibandingkan Sufor. Itu sebabnya pemerintah sangat gencar mengkampanyekan akan pentingnya pemberian asi kepada sibayi.

Diusianya yang akan genap lima  bulan ini beberapa moment perkembangannya yang sempat saya abadikan adalah
1 Glia sudah bisa tengkurap
   Dua minggu terahkir ini perkembangan Glia begitu menakjubkan. Setiap pagi setelah bangun tidur, ia membalikkan sendiri posisi tidurnya.


2. sudah bisa tidur semalaman
Tiga bulan sebelumnya biasanya saya dan istri sering begadang untuk menemani Glia yang kerap terbangun dimalam hari. Bahkan pernah suatu waktu selama seminggu saya dan istri hanya punya waktu tidur dua jam sehari. Namun ketika memasuki bulan yang keempat Glia sudah menikmati istrahat malam yang panjang. Ia sudah mulai nyenyak tidur.


3.Tertawa dan teriak
Ini fase perkembangan  Glia yang sangat lucu dan menggemaskan. Setiap pagi saat sebelum berangkat kerja biasanya saya menganggu dengan cara menciumnya sampai ia bosan




4. Mengenal benda benda sekitar
  sebulan terahkir ini Glia mulai mengenal benda benda sekitar. Selain itu ia sudah mengenal dengan baik suara kami orangtuanya. 
  



Rabu, 06 September 2017

PEMIMPI
Pemimpi bergulat dalam angan
Tentang dunia yang ideal
Ketika fajar menampakkan diri
Ia mulai duduk terpekur 
Merenungkan mimpinya yang mengawang-awang

Pemimpi bergulat dalam angan
 tentang hidup yang penuh kelimpahan 
Ketika senja menjemput malam
Ia termenung menghantar mimpinya
Bersama malam yang kian pekat.

Pemimpi bergulat dalam angan
Yang hanya bisa menghangatkan asa
Tanpa ada wujud nyata yang membara
Ia hanya menggantung dalam kata 
Yang tak tampak dalam karya nyata

Pemimpi bergulat dalam angan
Tentang cahaya rembulan yang menghalau 
Kegelapan yang pekat, menutup harapan yang membentang, 
Berharap membakar asa yang beku
Menguap lalu membumbung ke ubun-ubun cakrawala
Tanpa ada jejak yang mengharumkan nama.

6 september 2017



Sabtu, 05 Agustus 2017






 Senandung  Hati
Jangan berpaling dan membuat kita menjadi dua orang asing
Dihamparan bumi ini
ada banyak sekali orang yang bisa merebutmu
juga mencari perhatianku

Aku ingin tetap kamu dan aku saja yang menjadi kita
Aku ingin kamu saja yang menemaniku membuka pagi dan melepas senja
Menenangkan malam dan membagi cerita
Tetaplah menjadi seseorang yang membuatku merasa kuat
Jangan biarkan hatimu lepas dari segala harapan yang aku ikat


RM, 5/8/2017  18:30pm.





Minggu, 07 Mei 2017

SENYUM PAGI


(7 ist day my princess)
Pagi ini  dalam keheningan
di atas ranjang kecil nan sahaja
Syair syair kebahagian mulai kubaca
Dalam senyumnya yang merekah, menawan

Senyum yang renyah
Terpancar dari wajah yang bersih, bening
Sebening embun pagi yang menetes  
Disetiap dedaunan yang sempat layu,

Ya, begitu juga senyum itu
 menyegarkan jiwaku yang layu
menggelorakan hati untuk berbahkti
Menguatkan tali cinta yang terucap  suci dihadapan Nya
Dan syair syair kebahagiaan ini
Bersenandung disetiap waktu tak bertepi
Dan tetap kuabadikan  dalam lembar putih tak bernoda.

Ah pagi yang indah dngn senyum manis,
Tetaplah menjadi sahabat baikku disetiap waktu.

7 ist day at home




Selasa, 02 Mei 2017

Welcome to the world my baby : FRANSISKA BERGOGLIA TE CA'AN DERELA


                                           2 mei 2017

     Hari ini, 2 mei 2017, tepat jam 07.30, berita gembira ahkirnya datang juga dari ruang operasi bougenvile lat 3 RSUD Budi Asih. Tangisan seorang bayi yang baru pertama kali menginjakkan kakinya didunia. Kehadirannya melalui perjuangan yang panjang  selama sehari semalam dan berahkir di ruang Operasi.  Rasa senang dan bersyukur tiada henti kepada Tuhan atas Rahmat yang besar ini, terus mengalir dalam diri saya. Saya merasakan  menjadi pribadi yang sempurna karna sebagai seorang laki  laki, hari ini peran baru sebagai seorang ayah disematkan dalam hati dan pikiran saya. Peran ini melengkapi peran saya terdahulu yakni sebagai seorang suami.
     Ada kejadian yang sungguh mengharukan buat saya dan membuat air mata saya terjatuh ketika pertama kali saya melihatnya. Senyum mengembang lalu tangisan pecah. Wow Amazing, tiba tiba bibir saya bergetar. Seluruh pikiran dan emosi saya tertuju pada kecantikannya. Jiwaku melebur dalam dirinya. Dia adalah cerminan dan gambaran diri saya. Ah hidupku terasa lengkap, Terimakasih ya Allah, aku sungguh menikmati setiap anugerahMu ini.  (posisi bayi berada dalam ruangan yang steril, orang tua belum diperbolehkan utk memeluknya, ini regulasi rumah sakit yang harus ditaati)
Kehadirannya sungguh kami nantikan, inilah jawaban dari setiap doa dan harapan kami. Tuhan tak akan mengingkari janji setianya, akan ada waktunya ketika Tuhan menggenapi janjinya, maka kebahagian itu hadir . Hari ini saya boleh mengatakan bahwa saya adalah bagian dari laki laki beruntung didunia  pada hari ini. 

Namanya Fransiska Bergoglia Te Ca'an DeRela

Bayi Mungil kami akan dinamakan Fransiska Bergoglia. Nama ini terinspirasi dari ketokohan seorang paus fransiskus. Saya dan istri merupakan pengagum berat paus Fransiskus, oleh karna ketokohannya yang sangat humble dan gaya kepemimpinannya yang mengedepankan kemanusiaan ( sense of humanity). Rasa kepeduliannya yang begitu  tinggi  membuatnya menjadi sala satu tokoh terpengaruh di dunia, dan Majalah Time pernah menempatkannya sebagai “Man of the year”.  Dua sifat inilah yang membuat saya begitu kagum dengan paus fransiskus ini.
Rasa kekaguman yang begitu tinggi  membuat saya dan istri bersepakat untuk mengabadikan nama  Paus ini dalam deretan silsilah keluarga kecil saya kelak. Untuk sementara, kami menggabungkan  dua nama yaitu gelar kepausan dan nama Baptisnya sebelum jadi paus. Untuk nama Baptis saya hanya mengambil nama Bergoglio, sehingga Fransiskus Bergoglio jika kami punya anak laki laki, dan Fransiska Bergoglia  jika kami memiliki anak perempuan.  Harapannya adalah sifat sifat  keutamaan dari paus ini berakar dan bertumbuh dalam diri bayi kecil kami, jika kelak ia sudah dewasa. Menjadi anak yang rendah hati dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Saya percaya bahwa niat yang tulus dan ihklas untuk belajar sifat ketokohan dari seseorang yang kita idolakan akan membuat kita menjadi pribadi yang luar biasa, dan kelak orang /tetangga akan mencatat  kesan yang sangat positif  buat perjalanan hidup selanjutnya.
 Tentu ini semua adalah harapan atau Ihktiar kami sebagai orangtuanya. Selebihnya saya menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan, karna Dialah Mahakuasa yang berkuasa atas kehidupan ini. Tugas kami hanyalah mendidik, merawat dan membesarkannya dalam  kasih dan cinta yang tak akan berkesudahan. Menanamkan nilai agama yang kuat agar ia bertumbuh dan menjadi pribadi yang religious sebagai bekal hidup yang menguatkan, dan  menyeimbangkan dirinya dengan tantangan  dunia modern dengan segala kenikmatan.   
  Hari ini semua ihktiar itu akan dimulai, seiring dengan kelahiran putri kami yang pertama ini.  Tentu dalam perjalanannya nanti ada riak gelombang tantangan, namun yang terpenting adalah bagaimana saya dan istri  bersatu, bersama  sama menghadapinya sebagai resiko yang harus ditanggung bersama. Inilah komitmen kami yang harus dijaga.
Fransiska Bergoglia tidak saja menambah kebahagiaan dalam keluarga kecil kami tetapi lebih dari itu, kehadirannya membuat kami  berdua, saya dan Rini harus  bertanggungjawab  terhadap peran sebagai orangtua yang memberikan  rasa aman, nyaman dan  masa depan yang cemerlang untuknya.
Selamat Datang Fransiska Bergoglia, anakku yang pertama, semoga jadi anak yang takut akan Tuhan dan  kebanggan untuk Opa Blasius dan Oma Udit.


Fransiska Bergoglia Tecan DeRela



Minggu, 30 April 2017

JALAN KE EMAUS


Masihkah kamu belum percaya?
Setelah batu terguling, tanpa meninggalkan jejak.
Setelah kafan, terhampar diantara ilalang yang layu,
Saat perempuan perempuan itu menangisi fajar  
Berlari menjumpai yerusalem yang sempat terkoyak
“Dia diambil orang” kata mereka
Tidak, janganlah kamu mencariNya, kemuliaan Tuhan telah mengangkatNya
Suara orang Asing  memecah keheningan dipagi buta.

Lalu kemana kita?
Ke Emaus, kota dipenghujung senja
Kita  mencari jejak yang hilang itu
diantara reruntuhan   yang mengimpit harapan kita
Mari menyusuri jalan itu, menjauh dari yerusalem

Apakah di Emaus Jejak itu belum terhapus?
“Ya”
“darimana kamu tau?”
Mereka bertanya, dan bercakap..
“Apa yang sedang kamu percakapkan?”
Tentang Dia, yang banyak dipercakapkan di Yerusalem, apa kamu tidak tau?
Tanya mereka pada orang Asing.
“Mari berjalan bersama kami ke Emaus dan tinggal  bersama kami”

Senja di Emaus berubah rupa,
Harapan yang hilang  tersibak, menghapus gunda gulana
Jejak itu terwujud dalam Sehelai roti dan secangkir anggur  yang tersaji rapi
Ah, Tuhan, ternyata engkau masih menyimpan harapan ini.
Kemana engkau pergi?

(Terinspirasi dari injil, Lukas 24: 13-43)

Minggu, 1 Mei 2016




Sabtu, 29 April 2017

KEPADA MALAM

Kepada malam  aku berkisah
Tentang kita diujung malam
Merangkai kata yang penuh luka
Dalam terjalnya kesedihan yang menusuk sukma
Kita terdiam, sambil menatap pada sebuah ruang kehampaan tanpa kata
Kita tidak bisa berkata panjang lebar
Karna kesekian patahan waktu yang terbatas
Engkau Melangkah diantara jalan yang datar
Dengan hati yang panas
Aku melangka diantara jalan yang terjal
Dengan kerisauan yang memuncak
Kita pun hanya sanggup menatap
Menahan rasa dalam diam…..
Kepada malam, desahan hatiku berkata:
Sejuklah hatimu dengan kelembutan malam
Guyurkan semua keluh kesah mu dalam hujan
Hingga luruh terbawa, jangan tertahan kelam.
Kepada malam  ingin sekaliku bertanya
Masih adakah harapan yang tersisa??
Jakarta, April 2016
Rafa

Jumat, 28 April 2017

LELAHKU


Lelah  raga ini
Terhempas dipersimpangan waktu
Setelah sekian jauh berjalan menyusuri jejak hidup
Perjalanan ini  belum sampai di tepian senja
Jejak jejak hidup yang sudah tertulis
Mulai terhapus, di setiap perhentian.
Sejauh ini  tujuan ku tersamar, belum tampak
Sementara beban ini menguras raga tak tertahankan
Dan dipersimpangan waktu, saat senja bermuka durja
aKU tak lagi berpaling, melebur dalam diam
RagaKU terhempas, diatas ranjang waktu

Dan AKU tak tahu kapan  terbangun?



Kamis, 27 April 2017

SURAT UNTUK TUAN FADLI ZON



    Tuan Fadli Zon yang terhormat

Pagi ini dalam perjalanan ke kantor, saya  membaca  pernyataan tuan  dalam situs berita online menanggapi  fenomena ribuan bunga yang dikirim ke balai kota yang merupakan wujud ungkapan terimakasih dari warga utk gubernur Ahok. Saya kaget dengan reaksi tuan terhadap fenomena ini.

Dengan gampang tuan mengganggap ini pencitraan murahan?. OMG, kata istri ku menggerutu.  Ada baiknya tuan melihat  dan membaca fenomena ini secara utuh, dan tak boleh menilai sesuatu diatas rasa  benci yang berlebihan terhadap sosok Ahok.
 Saya melampirkan kembali video ribuan bunga dan ratusan warga yang ingin foto bersama Ahok.




Tuan  menuduh kalau ribuan papan bunga ini dikirim oleh orang yang sama, dengan motif dan niat politik yang busuk hanya utk   menggiring rasa emosional warga . Tidakkah Tuan tahu ,  karanagan bunga itu bukan saja dikirim oleh warga  warga Jakarta, tetapi juga dikirim oleh warga indonesia  yang tinggal diluar negeri  seperti hongkong, perancis, dan masih banyak lagi.   lalu apa dasar tuan mengeluarkan kesimpulan  pencitraan murahan itu?, Wah sebuah kesimpulan sesat yang lahir dari cara berpikir tuan yang sesat pula.

Saya hanya menyayangkan bahwa pernyataan ini keluar dari mulut  wakil rakyat, yang seluruh hidupnya ditanggung oleh uang rakyat.  Rakyat yang sudah ihklas mengeluarkan uang membeli bunga sebagai ungkapan kasih dan sayang untuk Ahok masih juga dianggap sebagai pencitrahan murahan dan sudah di setting untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap Ahok. Ini adalah bentuk  fitnah yang paling keji, dan memuakkan.

 Ahok –Djarot tidak  pernah meminta utk dikasihani, tidak pula meminta untuk dihargai atas jasanya membangun Jakarta ini sedikit lebih maju. Baginya menjadi pejabat adalah suatu panggilan untuk berkorban melayani warga dengan hati, tanpa membeda bedakan siapa mereka, apa etnis mereka, apa agama mereka. Tidak. Inilah Ahok, keteguhan hati dan komitmen hidupnya bisa terlihat dalam aktifitas kesehariannya di Balai Kota.
Saya yakin seyakin yakinnya bahwa tuan sebetulnya mengetahui kalau ahok itu orangnya Jujur, dan berintegritas. Wong dulu tuan separtai dengan beliau, sama sama duduk sebagai anggota DPR hanya beda komisi.

Selama tiga tahun memimpin ibu kota, warga Jakarta merasakan banyak manfaat dari kepemimpinannya. Warga merasa dipenuhi kebutuhannya. Hak mereka utk mendapatkan akses informasi  terutama terkait anggaran juga terpenuhi.  Dalam bayangan saya, atau mungkin juga sebagian warga jakarta baru kali ini Jakarta memiliki seorang Gubernur yang mati matian berjuang untuk kepentiang warga. Tentu banyak  perubahan yang sudah terjadi dan dirasakan warga. Sebutlah seperti Kali yang sudah bersih, pelayanan birokrasi yang cepat, penyebaran KJP dan KJS yang sudah 80%  mengena sasaran yaitu warga miskin berpenghasilan rendah.

Saya mengajak agar tuan tidak buta hati melihat keberhasilan ini. Perbedaan politik adalah suatu keniscahyaan dalam negara demokrasi. Saya  pada ahkirnya  mengerti bahwa secara politis,   fenomena  Ahok_djarot  ini adalah bentuk sindiran yang paling keras untuk kelompok tuan, bahwa Gubernur yang baik, yang tulus, yang memiliki kinerja baik selalu dikenang dan menjadi pemenang sejati. Merekalah yang berhasil merebut hati warga, walaupun sebagian dari mereka berkorban memilih pasangan yang anda usung hanya karna takut tidak masuk surga.
 Satu kekalahan menumbuhkan seribu bunga. Bahwa Ahok Djarot sudah dinyatakan kalah menurut hitung cepat (Quick count) tetapi merekalah yang menjadi pemenang sejati. Kenapa? Karna masyarakat jakarta juga tahu bahwa kekalahan ini adalah hasil dari sebuah proses pertarungan politik  yang menjijikkan, dimana Isu  SARA berhasil dipolitisir.

Yang perlu Tuan ingat bahwa kekuasaan itu tidak abadi, namun kejujuran dan integritas itu akan dikenang sepanjang masa. Ahok Djarot sudah membuktikan itu. Mestinya anda berbesar hati mengapresiasi akan kehebatan Ahok Djarot bukan dengan menyindirnya, karna dengan itu masyarakat bisa menilai kualitas dan kemampuan anda sebagai politisi rendahan yang tak punya integritas bahkan mungkin  saja ada penilaian yang paling extrim politisi yang tidak punya isi kepala.

Menang kalah dalam sebuah pertarungan adalah hal yang sangat wajar dan itu pasti terjadi. Hal paling penting adalah merebut kemenagan itu mesti dengan cara cara yang demokratis dan  bermartabat  tidak perlu  menghalalkan segala cara termasuk menjual agama.

Mudah-mudahan Tuan  disadarkan dengan fenomena ini.  





Rabu, 26 April 2017





Hok kamu Hebat

Hok, kamu hebat.
Kekalahan mu dalam bertarung, 
meninggalkan luka dan kesedihan bagi warga .
Apa sebab?
Ya, hati kecil mereka tak bisa dibohongin
Mereka sedih
Menangis
Bukan semata mata kamu kalah,
Tetapi karena kekalahan itu kamu dapatkan secara tidak wajar.

Hok kamu hebat
Buat semua orang menangis
Marbot mesjid menangis, tak lagi ke tanah suci.
Pasukan Kuning menangis, tak lagi diundang ke balai kota
 sekedar menonton film dengan gubernur kesayangannya
Tak ada lagi antrian pagi untuk sekedar berkeluh kesah
Tak ada lagi ibu ibu yang berwara Wiri utk sekedar ber-selfie ria.
Ratusan calon pengantin bersedih, 
Karena tak ada lagi gubernurnya yang bisa diundang 
dan memberi Angpao yg sedikit lumayan...

Hok kamu hebat..
Seribu bunga bermekaran 
Mengharumkan namamu dalam 
 Bingkai sejarah yang penuh kekejian ini
Kelak, anak anak zaman 
Mengenangmu sebagai pahlawan Utk orang orang miskin. 
Ah ! Kamu hebat...


Jakarta, 26 April 2017

Senin, 24 April 2017

CATATAN PAGI DI BUSWAY

😝






               ~(1)~
Silakan masuk, suara lirih tanpa risih
Kemana tujuanmu?
Maaf tak ada bangku kosong
Sekiranya kamu mau, berdirilah sepanjang waktu, sampai kota tujuanmu.

              ~(2)~
Seorang ibu merintih
Menahan ngilu, merontah dikeramaian 
Kenapa?
Tanyaku 
Tidak, aku hanya sedikit lelah meratapi
Waktu yang terus menghimpit harapan 
Lalu?
Barangkali diantara cela riak, masih tersisa asa, utk berkibar kembali 
Menjemput harapan.

             ~(3)~
Semua terdiam tanpa kata
Menerawang disekeliling, menikmati fajar merekah..
Jari mereka terus menari di atas keypad
entahlah  mereka sedang mengirim pesan
kepada dunia yang sedang bersenandung, merindukan
damai yang tiada henti. 

              ~(4)~
Waktu terus berlari, 
Menerjang kebisingan kota tanpa ampun
Dan mereka tetap setia berdiri, tanpa kata
Entahlah mereka berpikir tentang senja
Kemilau yang setia menunggu dipenghujung waktu?

Jakarta, 25 April 2017
Pelukan kasih utk Ahok

TANGISAN PILU SEORANG IBU

Nak
Biarkan air mata ini terurai dan menetes dipundakmu
Sebab hanya ini yang tersisa dari semua kesedihan ini
Setelah mereka mengambil semua harapan yang aku miliki
Inilah yang tersisa dari ku
Air mata kesedihan
Menumpah dalam ratapan  yang tak berujung?
Menangisi akal sehat yang terbunuh oleh permainan tak terpuji ini.
Mereka menyeret Tuhan yang Mahakuasa atas mereka
Untuk menihilkan semua kebaikan
Dan semua catatan indah tentangmu.
Nak, air mata ini terkuras
Memandang senyum ketulusanmu yang tak pernah luntur oleh kekejian ini.
Kutahu, ketulusanmu dalam pelayanan, membagi keadilan untuk setiap warga
Tanpa melihat siapa mereka. Karna bagimu mereka adalah tuanMu.
Ya, Tuan yang punya kota ini.
Dan  kamu  adalah Jongosnya
Kini, Lihatlah mereka beramai ramai menikmati hidup tanpa ancaman banjir
Menikmati keindahan dari sebuah taman,
Menikmati pelayanan birokrasi yang supercepat tanpa ada biaya.
Nak,
Mungkin air mata ini terus terkuras bahagia
Membesarkan namamu yang sudah mengambil bagian dalam sejarah kota ini
Tuhan yang mereka Jual, akan meninggikanmu,
Dan kota ini akan terus mengenangmu.


Jakarta 24 April 2017




HENING


senja di tengah kota















Ketika mulut tak lagi memproduksi kata
Dan kata yang tak lagi memproduksi kebisingan
Yang tersisa adalah keheningan jiwa
Yang menawarkan kedamaian dari segala kemunafikan.
Ketika Angin berhenti utk bergemuruh
Dan ombak berhenti utk beriak
Yang tersisa adalah keindahan pasir laut
Yang menawarkan Kebeningan
utk membersihkan Sukma yang terlanjur luka

Jakarta, Maret 2017

Rafa

Daun Palma
By : Rafa
Tak mesti kita menyambutnya dengan kemilauan warna karpet
Yang membentang sepanjang gerbang kota,
Cukup setangkai palma melambai dalam iringan sorak sorai,
Cukup . tak perlu kamu berjuang berhimpitan,
Letakan saja diatas ranting tak bercabang..
Sebab angin tak lagi bergemuruh kencang

Dan bila saatnya Ia tiba di gerbang kota bunga bermekaran,
Dan tangan tangan perih mengangkat tinggi daun palma
Pertanda semua harapan segera memuncah pada pundakNya.
Suara girang, terus memekik keangkasa “ Hosana, Hosana Putra Daud”
ini suara terahkir?
Sebelum senja duka menjemputNya dalam kabut hitam
Kian perih, dalam lorong via Dolorosa yang menukik Tajam.
Disana hanya ratap tangis dan gertak. Pertanda Yerusalem telah Mati.

Jakarta, minggu palma 9 Apr 2017


CATATAN KASIH SEORANG AYAH (2)

REVIEW PELAYANAN RS UMUM DAERAH BEN BOY Senin, 1 Juni 2020, Gea anak kedua kami genap berusia 7 hari.   Pasca kelahiran ia Bersama ibuny...