2 mei 2017
Hari ini, 2 mei
2017, tepat jam 07.30, berita gembira ahkirnya datang juga dari ruang operasi
bougenvile lat 3 RSUD Budi Asih. Tangisan seorang bayi yang baru pertama kali
menginjakkan kakinya didunia. Kehadirannya melalui perjuangan yang panjang selama sehari semalam dan berahkir di ruang
Operasi. Rasa senang dan bersyukur tiada
henti kepada Tuhan atas Rahmat yang besar ini, terus mengalir dalam diri saya.
Saya merasakan menjadi pribadi yang
sempurna karna sebagai seorang laki
laki, hari ini peran baru sebagai seorang ayah disematkan dalam hati dan
pikiran saya. Peran ini melengkapi peran saya terdahulu yakni sebagai seorang
suami.
Ada kejadian yang sungguh mengharukan buat saya dan
membuat air mata saya terjatuh ketika pertama kali saya melihatnya. Senyum
mengembang lalu tangisan pecah. Wow Amazing, tiba tiba bibir saya bergetar.
Seluruh pikiran dan emosi saya tertuju pada kecantikannya. Jiwaku melebur dalam
dirinya. Dia adalah cerminan dan gambaran diri saya. Ah hidupku terasa lengkap,
Terimakasih ya Allah, aku sungguh menikmati setiap anugerahMu ini. (posisi bayi berada dalam ruangan yang steril,
orang tua belum diperbolehkan utk memeluknya, ini regulasi rumah sakit yang
harus ditaati)
Kehadirannya sungguh kami nantikan, inilah jawaban dari
setiap doa dan harapan kami. Tuhan tak akan mengingkari janji setianya, akan
ada waktunya ketika Tuhan menggenapi janjinya, maka kebahagian itu hadir . Hari
ini saya boleh mengatakan bahwa saya adalah bagian dari laki laki beruntung
didunia pada hari ini.
Namanya Fransiska Bergoglia Te Ca'an DeRela
Bayi Mungil kami akan dinamakan Fransiska Bergoglia. Nama
ini terinspirasi dari ketokohan seorang paus fransiskus. Saya dan istri
merupakan pengagum berat paus Fransiskus, oleh karna ketokohannya yang sangat
humble dan gaya kepemimpinannya yang mengedepankan kemanusiaan ( sense of humanity).
Rasa kepeduliannya yang begitu
tinggi membuatnya menjadi sala
satu tokoh terpengaruh di dunia, dan Majalah Time pernah menempatkannya sebagai
“Man of the year”. Dua sifat inilah yang
membuat saya begitu kagum dengan paus fransiskus ini.
Rasa kekaguman yang begitu tinggi membuat saya dan istri bersepakat untuk
mengabadikan nama Paus ini dalam deretan
silsilah keluarga kecil saya kelak. Untuk sementara, kami menggabungkan dua nama yaitu gelar kepausan dan nama
Baptisnya sebelum jadi paus. Untuk nama Baptis saya hanya mengambil nama
Bergoglio, sehingga Fransiskus Bergoglio jika kami punya anak laki laki, dan
Fransiska Bergoglia jika kami memiliki
anak perempuan. Harapannya adalah sifat
sifat keutamaan dari paus ini berakar
dan bertumbuh dalam diri bayi kecil kami, jika kelak ia sudah dewasa. Menjadi anak
yang rendah hati dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Saya percaya bahwa
niat yang tulus dan ihklas untuk belajar sifat ketokohan dari seseorang yang
kita idolakan akan membuat kita menjadi pribadi yang luar biasa, dan kelak
orang /tetangga akan mencatat kesan yang
sangat positif buat perjalanan hidup
selanjutnya.
Tentu ini semua adalah harapan atau Ihktiar kami sebagai
orangtuanya. Selebihnya saya menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan, karna Dialah
Mahakuasa yang berkuasa atas kehidupan ini. Tugas kami hanyalah mendidik,
merawat dan membesarkannya dalam kasih
dan cinta yang tak akan berkesudahan. Menanamkan nilai agama yang kuat agar ia
bertumbuh dan menjadi pribadi yang religious sebagai bekal hidup yang
menguatkan, dan menyeimbangkan dirinya
dengan tantangan dunia modern dengan
segala kenikmatan.
Hari ini semua
ihktiar itu akan dimulai, seiring dengan kelahiran putri kami yang pertama
ini. Tentu dalam perjalanannya nanti ada
riak gelombang tantangan, namun yang terpenting adalah bagaimana saya dan
istri bersatu, bersama sama menghadapinya sebagai resiko yang harus
ditanggung bersama. Inilah komitmen kami yang harus dijaga.
Fransiska Bergoglia tidak saja menambah kebahagiaan
dalam keluarga kecil kami tetapi lebih dari itu, kehadirannya membuat kami berdua, saya dan Rini harus bertanggungjawab terhadap peran sebagai orangtua yang memberikan
rasa aman, nyaman dan masa depan yang cemerlang untuknya.
Selamat Datang Fransiska Bergoglia, anakku yang pertama,
semoga jadi anak yang takut akan Tuhan dan
kebanggan untuk Opa Blasius dan Oma Udit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar