Masihkah kamu belum percaya?
Setelah batu terguling, tanpa meninggalkan jejak.
Setelah kafan, terhampar diantara ilalang yang layu,
Saat perempuan perempuan itu menangisi fajar
Berlari menjumpai yerusalem yang sempat terkoyak
“Dia diambil orang” kata mereka
Tidak, janganlah kamu mencariNya, kemuliaan Tuhan telah
mengangkatNya
Suara orang Asing memecah
keheningan dipagi buta.
Lalu kemana kita?
Ke Emaus, kota dipenghujung senja
Kita mencari jejak
yang hilang itu
diantara reruntuhan yang mengimpit harapan kita
Mari menyusuri jalan itu, menjauh dari yerusalem
Apakah di Emaus Jejak itu belum terhapus?
“Ya”
“darimana kamu tau?”
Mereka bertanya, dan bercakap..
“Apa yang sedang kamu percakapkan?”
Tentang Dia, yang banyak dipercakapkan di Yerusalem, apa
kamu tidak tau?
Tanya mereka pada orang Asing.
“Mari berjalan bersama kami ke Emaus dan tinggal bersama kami”
Senja di Emaus berubah rupa,
Harapan yang hilang
tersibak, menghapus gunda gulana
Jejak itu terwujud dalam Sehelai roti dan secangkir anggur yang tersaji rapi
Ah, Tuhan, ternyata engkau masih menyimpan harapan ini.
Kemana engkau pergi?
(Terinspirasi dari injil,
Lukas 24: 13-43)
Minggu, 1 Mei 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar