Minggu, 30 April 2017

JALAN KE EMAUS


Masihkah kamu belum percaya?
Setelah batu terguling, tanpa meninggalkan jejak.
Setelah kafan, terhampar diantara ilalang yang layu,
Saat perempuan perempuan itu menangisi fajar  
Berlari menjumpai yerusalem yang sempat terkoyak
“Dia diambil orang” kata mereka
Tidak, janganlah kamu mencariNya, kemuliaan Tuhan telah mengangkatNya
Suara orang Asing  memecah keheningan dipagi buta.

Lalu kemana kita?
Ke Emaus, kota dipenghujung senja
Kita  mencari jejak yang hilang itu
diantara reruntuhan   yang mengimpit harapan kita
Mari menyusuri jalan itu, menjauh dari yerusalem

Apakah di Emaus Jejak itu belum terhapus?
“Ya”
“darimana kamu tau?”
Mereka bertanya, dan bercakap..
“Apa yang sedang kamu percakapkan?”
Tentang Dia, yang banyak dipercakapkan di Yerusalem, apa kamu tidak tau?
Tanya mereka pada orang Asing.
“Mari berjalan bersama kami ke Emaus dan tinggal  bersama kami”

Senja di Emaus berubah rupa,
Harapan yang hilang  tersibak, menghapus gunda gulana
Jejak itu terwujud dalam Sehelai roti dan secangkir anggur  yang tersaji rapi
Ah, Tuhan, ternyata engkau masih menyimpan harapan ini.
Kemana engkau pergi?

(Terinspirasi dari injil, Lukas 24: 13-43)

Minggu, 1 Mei 2016




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CATATAN KASIH SEORANG AYAH (2)

REVIEW PELAYANAN RS UMUM DAERAH BEN BOY Senin, 1 Juni 2020, Gea anak kedua kami genap berusia 7 hari.   Pasca kelahiran ia Bersama ibuny...