Kepada malam aku berkisah
Tentang kita diujung malam
Merangkai kata yang penuh luka
Dalam terjalnya kesedihan yang menusuk sukma
Kita terdiam, sambil menatap pada sebuah ruang kehampaan tanpa kata
Kita tidak bisa berkata panjang lebar
Karna kesekian patahan waktu yang terbatas
Engkau Melangkah diantara jalan yang datar
Dengan hati yang panas
Aku melangka diantara jalan yang terjal
Dengan kerisauan yang memuncak
Kita pun hanya sanggup menatap
Menahan rasa dalam diam…..
Kepada malam, desahan hatiku berkata:
Sejuklah hatimu dengan kelembutan malam
Guyurkan semua keluh kesah mu dalam hujan
Hingga luruh terbawa, jangan tertahan kelam.
Kepada malam ingin sekaliku bertanya
Masih adakah harapan yang tersisa??
Jakarta, April 2016
Rafa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar