Daun Palma
By : Rafa
Tak mesti kita menyambutnya dengan kemilauan warna karpet
Yang membentang sepanjang gerbang kota,
Cukup setangkai palma melambai dalam iringan sorak sorai,
Cukup . tak perlu kamu berjuang berhimpitan,
Letakan saja diatas ranting tak bercabang..
Sebab angin tak lagi bergemuruh kencang
Dan bila saatnya Ia tiba di gerbang kota bunga bermekaran,
Dan tangan tangan perih mengangkat tinggi daun palma
Pertanda semua harapan segera memuncah pada pundakNya.
Suara girang, terus memekik keangkasa “ Hosana, Hosana Putra Daud”
ini suara terahkir?
Sebelum senja duka menjemputNya dalam kabut hitam
Kian perih, dalam lorong via Dolorosa yang menukik Tajam.
Disana hanya ratap tangis dan gertak. Pertanda Yerusalem telah Mati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar